Bandung- Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data yang cukup mengejutkan masyarakat terkait tingginya rasio kredit macet (NPL) dari proyek konstruksi pemerintah daerah.
Direktur Departemen Kebijakan Makro Prudensial BI,Yati Kurniati menuturkan, NPL konstruksi mencapai 5,7 persen yang berasal dari proyek perumahan pemerintah."Kontruksi rumahan dan komersial infrastruktur pemerintah nggak jalan sebabkan NPL tinggi. Kita minta tolong BI daerah untuk mencari tahu," ujar dia di Bandung akhir pekan ini.
Melihat data tersebut kata dia, menyebabkan perbankan selektif menggelontorkan kredit kontruksi perumahan proyek pemerintah. Selama ini peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) penting bagi proyek kontruksi rumah pemerintah daerah. Jika BPD akan selektif, akan mempengaruhi perbankan nasional turut selektif.
Dampaknya lanjut dia pembangunan perumahan dari pemerintah akan mandeg. Masyarakat tentunya yang akan terkena imbas dari mandegnya proyek tersebut."Trend kredit perbankan pada Februari 2015 sebesar 12 persen turun ke 11 persen pada Mei tahun ini. Maka nggak heran NPL tinggi disbang kontruksi. Selanjutnya NPL tinggi dari perdagangan," katanya.
Selain itu, Yati mengungkapkan akan menaikan buffer permodalan perbankan dengan rance 0-2,5 persen."Itu untuk menjaga likuiditas ditengah Loan to Deposit Ratio atau rasio kredit dibandingkan simpanan," katanya.[tar]
source : http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2203095/kredit-macet-proyek-konstruksi-pemerintah-tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar