INILAHCOM. Bradford -- Dewan Muslimah Bradford mengumumkan akan membangun masjid khusus Muslimah. Perdebatan tentang inklusivitas Musliman dan keterpinggiran kaum Hawa di dalam masjid dimulai.
Bana Gora, ketua Dewan Muslimah Bradford, mengumumkan rencana ini pada hari pertama Koferensi Putri Hawa, pekan lalu. Ia memberi nama rencana pembangunan ini Bradford Mosque Project.
Proyek, menurut Bana Gora, dimulai dengan konsultasi ke sejumlah ulama di Bradford dan Inggris, serta kampanye tentang pelunya masjid untuk perempuan.
Menurut Gora, masjid akan fokus membawa Muslimah di seluruh Inggris membahas isu-isu Syariah dan penggambaran kaum perempuan di media.
Gora menghabiskan waktu sepanjang 2014 berkeliling dari satu ke lain masjid di Inggris. Terdapat sekitar 1.500 masjid di Inggris, tapi terlalu sedikit -- atau mungkin tidak sama sekali -- yang memfasilitasi Muslimah.
"Saya mengaudit setiap masjid, dan saya menemukan layanan yang ditawarkan setiap pengurus masjid kepada perempuan selalu tidak memadai," ujar Gora dalam wawancara dengan Telegraph & Argus.
"Daripada mengeluh, kami memutuskan menyusun rencana membangun masjid untuk kaum perempuan," lanjutnya.
Tujuan Bradford Mosque Project adalah membangun masjid yang dikelola perempua, untuk kaum Hawa memperdalam pengetahuan agama. Masjid perempuan ini, demikian Gora, akan menjadi yang pertama di Inggris.
Sebuah kelompok kampanye online bernama Open My Mosque meminta kaum perempuan menceritakan pengalaman baik dan buruk di dalam masjid masing-masing.
Kepada Al Arabiya News, penyelenggara kampanye mengatakan; "Masjid harus menjadi ruang untuk semua. Tidak boleh ada pengecualian jenis kelamin; perempuan atau laki-laki. Sangat menyedihkan jika Bradford Mosque Project terwujud, tapi kami mengharapkannya."
Penyelenggara kampanye mengakui selama 30 tahun terkahir, masjid-masjid di Inggris cenderung didominasi pria, dengan tidak memberi ruang memadai untuk kaum Hawa. Struktur kepengurusan masjid seolah tertutup untuk wanita.
Gora mengatakan; "Jika proyek ini berhasil, akan ada panduan praktik yang baik tentang bagaimana masjid menyediakan ruang bagi perempuan."
Di AS. masjid khusus perempuan kali pertama berdiri di Los Angeles tahun lalu. Masjid benar-benar untuk perempuan, dengan semua kegiatan doa dan pengajaran Islam dihadiri anak-anak perempuan di bawah usia 12 tahun.
Kepada The Independent, Hasna Maznavi -- pendiri masjid perempuan pertama di AS -- mengatakan; "Motivasi pendirian masjid ini adalah agar perempuan menentang praktek budaya yang meminggirkan perempuan."
Menurutnya, wanita ingin diperlakukan sama saat mendengar ceramah di dalam masjid. Perempuan tidak boleh ditempatkan di luar masjid. Ada shalat Jumat untuk perempuan di masjid ini, dengan Edina Lekovic dari Muslim Public Affairs Council menjadi imam pertamanya.
Menariknya, masjid wanita di Los Angeles ini terdapat di gedung multiagama yang telah berusia satu abad. Gedung itu semula dibangun untuk sinagoga.
Bagi banyak perempuan yang sekian lama berkampanye tentang perlunya masjid di Inggris membuka ruang bagi wanita, Bradford Mosque Project bukanlah kemajuan. Proyek ini, jika terwujud, akan menjadi titik awal perubahan budaya tempat ibadah umat Islam.
Haruskah ada pemisahan Muslim dan Muslimah, dengan masjidnya masing-masing? Jika ya, berapa lagi masjid yang harus dibangun untuk lebih dari 1,5 juta Musliman di Inggris.
source : http://web.inilah.com/read/detail/2204360/muslimah-inggris-bangun-masjid-khusus-perempuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar