INILAHCOM. Jakarta - Harga Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berpeluang ditransaksikan dengan Price to Book Value (PBV) 2,5 kali setahun ke depan. Berarti harga saham tersebut berpotensi menguat sebesar 37,5% ke Rp15.500.
Pada perdagangan sesi I, Rabu (13/05/2015) hingga pukul 10.05 WIB, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp75 (0.67%) ke Rp11.200 per saham.
David Sutyanto, analis riset First Asia Capital mengatakan, untuk Rabu (13/5/2015), saham PT Bank Mandiri (BMRI) memiliki support di Rp11.200 dan resistance di Rp11.400.
Kemarin harga saham ini berusaha menembus resisten di Rp11.400. Namun masih tutup di Rp11.275.
Pergerakana harga saham sektor perbankan sepanjang kuartal-I 2015 masih mengalami perlambatan seiring perlambatan ekonomi sebesar 4,7%.
"Perlambatan itu, mempengaruhi kinerja perbankan termasuk perseroan. Sepanjang kuartal-I 2015 pertumbuhan kredit perbankan cenderung melambat mencapai 11% dibandingkan periode yang sama 2014 lalu yang tumbuh 19%," kata David Sutoyo, analis riset First Asia Capital kepada INILAHCOM, di Jakarta, Rabu(13/05/2015).
Saham itu, merupakan salah satu sektor yang bullish tahun ini dengan proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 16,43% dibandingkan tahun lalu yang hanya 11,4%. Pertumbuhan kredit perseroan periode yang sama 13,3% mencapai Rp532,8 triliun. Sedangkan pertumbuhan DPK 18,26% mencapai Rp628,7 triliun.
Peningkatan itu, cenderung meningkatkan dana peseroan, sehingga pertumbuhan laba bersih melambat hanya 4,3% mencapai Rp5,1 triliun. Sepanjang tahun 2014 lalu, BMRI mencatatkan laba bersih tumbuh 9,2% mencapai Rp19,9 triliun dari 2013 sebesar Rp18,2 triliun.
Tahun ini perseroan menargetkan kredit tumbuh 15%‐17%. Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 19% mencapai Rp23,7 triliun. Secara valuasi saat ini harga saham BMRI di Rp11275 ditransaksikan dengan Price to Earnings Ratio (PER) 11,1 kali berdasarkan estimasi 2015.
Harga itu, relatif murah dibandingkan emiten bank yang beraset di atas Rp500 triliun yang saat ini ditransaksikan dengan rata‐rata Price Earnings Ratio (PER) 13,2 kali.
Berdasarkan nilai buku, harga saham BMRI ditransaksikan dengan Price to Book Value (PBV) 1,8 kali, jauh lebih murah ketimbang rata‐rata PBV bank beraset di atas Rp500 triiun yang ditransaksikan dengan PBV 2,5 kali.
"Kami memperkirakan harga saham BMRI berpeluang ditransaksikan dengan rata‐rata PBV 2,5 kali atau mencapai Rp15.500 atau punya ruang penguatan 37,5% dari harga saat ini."
Secara technical pergerakan harga sahamnya akan kembali mencoba menguji resisten di Rp11.400. Sedangkan level support di Rp11.200.
Risiko pergerakan harga sahamnya adalah fluktuasi nilai tukar rupiah atas dolar AS yang cenderung melemah. “Saya rekomendasikan maintain buy. Level stop loss berada di Rp11.100,” imbuhnya. [jin]
source : http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2204065/ruang-penguatan-harga-saham-bmri-375-persen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar