INILAHCOM. Padang Besar -- Polisi Thailand menangkap seorang pria yang diyakini sosok kunci di balik jaringan perdagangan manusia, dengan korban Muslim Rohingya.
Soe Niang, dikenal juga dengan nama Anwar, ditahan pekan lalu di dekat perbatasan Thailand-Malaysia -- tidak jauh dari kamp berisi 400 migran asal Myanmar dan Bangladesh.
"Soe Niang ditangkap tidak jauh dari kamp. Dia diduga menunggu keluarga tahanan yang membawa uang tebusan," ujar Kolonel Polisi Anuchon Chamat, wakil komandan polisi Propinsi Nakhon Si Thammarat, kepada kantor berita Reuters.
"Dia akan didakwa dengan penipuan, terkait dengan kegagalan melepas Muslim Rohingya yang diperdagangkan setelah menerima uang tebusan," lanjutnya.
Penangkapan terjadi jauh sebelum penemuan kuburan massal berisi 26 jenasah Muslim Rohingya, Jumat pekan lalu.
Anuchon mengatakan Soe Niang bukan orang sembaranga, tapi pentolan di dalam jaringan perdagangan manusia, dengan korban Muslim Rohingya dan migran asal Bangladesh.
Namun Soe Niang membantah terlibat dalam perdagangan manusia. Ia mengatakan hanya menghidupi diri dari menyadap karet dan menjual roti.
Jika ada yang menyebutnya pedagang manusia, pasti orang itu dendam terhadap dirinya.
"Ada banyak Anwar. Saya juga disebut Anwar." ujar Soe Niang. "Anda harus benar-benar tahu Anwar yang pedagang manusia."
Polisi juga menangkap empat orang lainnya, dengan tuduhan sama. Penangkapan terjadi sejak Januari 2015. Anuchon menambahkan catatan telepon seluler mereka memperlihatkan operasi perdagangan manusia membentang dari Bangladesh, Thailand, Myanmar, dan Malaysia.
Sejauh ini polisi masih mengumpulkan bukti untuk menekan Anwar alias Soe Niang, khususnya dalam kasus pembunuhan Muslim Rohingya yang terdapat dalam kuburan massal.
Polisi masih mengumpulkan bukti DNA dari situs makam. Khusus untuk Anwar, polisi masih melacak catatan telepon, rekening bank, mencari saksi, dan lokasi transaksi.
Pernyataan polisi ini ditanggapi sinis banyak pihak. Muncul pertanyaan, mengapa baru sekarang polisi mengaku menangkap pelaku perdagangan manusia, atau setelah kuburan massal ditemukan.
Human Right Watch mengatakan perdagangan manusia melibatkan pejabat Thailand, tapi sejauh ini polisi sama sekali tidak pernah menginvestigasi.
source : http://web.inilah.com/read/detail/2201320/polisi-thailand-tangkap-pedagang-muslim-rohingya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar