INILAHCOM. Kathmandu -- Lebih seribu orang dari Uni Eropa, sebagian besar wisatawan, belum ditemukan setelah sepekan gempa 7,9 skala Richter mengguncang Nepal.
"Sebagian besar yang hilang adalah wisatawan yang trekking di Langtang dan Lukla, wilayah terpencil di Kathmandu yang merupakan pintu gerbang ke Gunung Everest," ujar Rensje Teerink, duta besar Uni Eropa, kepada wartawan di Kathmandu.
"Kami tidak tahu di mana mereka. Kami juga tidak tahu status mereka," lanjutnya.
Sejauh ini baru 12 warga dari blok 28, sebutan untuk Uni Eropa, yang diketahui meninggal akibat gempa besar di negeri atap dunia, julukan untuk Nepal.
Langtang adalah wilayah pendakian di utara Kathmandu yang terkena longsor salju saat gempa terjadi. Lukla adalah titik untuk pejalan kaki dan pendaki untuk mencapai Everest Base Camp selama sembilan hari.
Pusat Operasi Darurat Nasional, Jumat (1/5), mengatakan jumlah korban tewas 6.204, dan 13.932 luka-luka, akibat gempa yang mengguncang Nepal, Sabtu (25/4).
Beberapa diplomat mengatakan sulit melacak wisatawan yang hilang, karena backpacker tidak mendaftar ke kedutaan masing-masing saat tiba di Nepal.
source : http://web.inilah.com/read/detail/2200802/seribu-turis-uni-eropa-hilang-dalam-gempa-nepal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar