INILAHCOM. Riyadh -- Jenderal Ahmed Asiri, juru bicara Operation Decisive Storm, mengatakan Arab Saudi bersumpaha akan berupaya menghentikan milisi Shiah Houthi mengambil alih Aden -- kota kedua Yaman.
"Tujuan utama operasi ini adalah melindungi pemerintah di Aden," ujar Jenderal Asiri.
Pernyataan Asiri muncul setelah pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Paman Sam menyelamatkan dua penerbang Arab Saudi yang jatuh di Teluk Aden. Milisi Houthi menambak jatuh dua pesawat F-16 mereka saat melancarkan aksi pemboman.
Aden adalah benteng terakhir Presiden Abdu Rabbu Mansour Hadi, setelah dipaksa keluar dari ibu kota Sana'a. Aden juga pelabuhan penting yang menyuplai minyak Arab Saudi ke seluruh dunia.
Jenderal Asiri mengatakan koalisi pimpinan Arab Saudi saat ini mengontrol penuh wilayah udara Yaman. Arab Saudi berusaha melemalhkan sistem pertahanan udara Houthi, dan memotong jalur pasokan amunisi.
Bashrahil Hesham Bashrahil, seorang wartawan yang berbasis di Aden, mengatakan warga sipil melarikan diri. Jalan-jalan ke luar kota dipenuhi warga yang mengungsi, karena khawatir Houthi datang dan membunuh siapa saja di jalan-jalan kota.
"Pasar tutup. Kegiatan bisnis terhenti, dan warga kekurangan makanan," demikain Bashrahil kepada Al Jazeera.
"Rumah sakit kebanjiran korban luka, dan donor darah dilakukan di pinggir-pinggir jalan," lanjutnya.
Houthi dan milisi loyalis Hadi terlibat bentrok di pinggiran kota dalam beberapa hari terakhir, dengan korban luka mencapai puluhan.
Di Mesir, Presiden Hadi datang untuk menghadiri pertemuan Liga Arab di Sharm el-Sheikh. Pertemuan ini akan memutuskan apakah diperlukan intervensi skala besar yang melihatkan seluruh negara Arab, untuk membendung milisi Shiah Houthi.
Serangan terakhir Arab Saudi relatif hanya melumpuhkan sistem pertahanan udara Houhti di Sana'a, dan tidak menghentikan gerak pasukan dukungan Iran itu ke Aden.
Di Saada, basis utama Houthi, pesawat Arab Saudi menargetkan Abdel Malek al-Houthi -- pemimpin kelompok itu. Serangan ini menewatkan 39 warga sipil, termasuk enam anak.
Mesir dan Arab Saudi juga mengerahkan kapal perangnya ke Selata Bab al-Mandab, rute utama perdagangan minyak yang memisahkan Semenanjung Arab dan Afrika Timur.
source : http://web.inilah.com/read/detail/2190889/arab-saudi-bersumpah-hentikan-houthi-caplok-aden
Tidak ada komentar:
Posting Komentar