INILAHCOM. Melbourne -- Jika Anda bertemu orang Yahudi, tanyakan kepada mereka siapa -- atau negara mana -- yang paling banyak menyelamatkan orang Yahudi?
Mereka pasti akan menjawab; Muslim Albania.
Hari ini, sebuah pameran foto untuk mengenang jasa Muslim Albania menyelamatkan banyak Yahudi digelar di Melbourne Jewish Holocaust Centre, Australia. Pameran menampilkan foto-foto karya fotografer AS Norman Gershman, yang selama empat tahun memotret masyarakat Muslim Albania dan individu Yahudi yang diselamatkan.
"Pamerah ini bertujuah untuk menunjukan sisi kemanusiaan kita semua, melawan paranoia terhadap Islam, dan Islamophobia," ujar Gershman seperti dikutip situs worldbulletin.net.
Dalam artikel panjang, surat kabar Daily New menulis betapa terlalu sedikit cerita tentang Muslim dan Yahudi pada Perang Dunia II. Dari yang sedikit itu, cerita tentang Muslim Albania menyelamatkan Yahudi mungkin yang paling menonjol.
Albania, masih menurut koran itu, adalah satu-satunya negara di Eropa yang menolak perintah Adolf Hitler untuk menyerahkan warga Yahudi. Ketika hampir seluruh Eropa jauh ke tangan Nazi, satu-satunya tempat pelarian paling aman bagi Yahudi adalah Albania.
Di Albania, seluruh pengungsi Yahudi diperlakukan secara manusiawi. Muslim Albania memiliki tradisi Besa, yang berarti memegang janji untuk melindungi siapa pun yang meminta perlindungan meski nyawa menjadi taruhan.
"Tradisi Besa masih bertahan sampai saat ini," ujar Gershman.
Pemerintah Albania saat itu melindungi Yahudi dengan menerbitkan surat-surat palsu, salah satunya kartu tanda penduduk. Ini membuat pengungsi Yahudi bisa bebas berkeliaran tanpa takut dicokok tentara Nazi yang berpatroli di jalan-jalan.
Mereka yang tidak mendapat surat-surat palsu, karena tiba belakangan, dibawa penduduk ke gunung-gunung dan disembunyikan di gua-gua. Setiap hari penduduk membawa makanan, air, dan keperluan hidup. Semua itu berlangsung sampai Nazi dikalahkan.
"Semua orang harus tahu, tidak seorang Yahudi pun diambil Nazi dari Albania dan dibawa ke kamp konsentrasi," ujar Gershman. "Tidak seorang Yahudi pun kelaparan selama dalam pengungsian."
Ali Sheqer, salah seorang Muslim Albania, tidak mengalami semua itu. Namun, dia mendapat cerita dari ayahnya, yang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi.
"Banyak orang betanya-tanya mengapa ayah saya bertaruh nyawa untuk menyelamatkan Yahudi," ujar Sheqer. "Jawabannya singkat saja; ayah saya Muslim yang taat. Dia percaya Allah akan memberikan tempat yang layak di surga kepada mereka yang menyelamatkan hidup orang lain. Siapa pun."
Selama Perang Dunia II, 1.800 Yahudi mengungsi ke Albania. Nazi tak sempat mengambil satu pun dari mereka.
source : http://web.inilah.com/read/detail/2187779/muslim-albania-bertaruh-nyawa-selamatkan-yahudi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar