Indramayu - Presiden RI Jokowi menyatakan keyakinannya soal peningkatan produksi padi nasional. Itu, sehingga Indonesia tak membutuhkan impor beras.
"Saya senang sekali. Sebab, dengan panen langsung kami jadi optimistis. Yakin produksi padi meningkat," tegas dia dalam sambutan pada Panen Raya dan Penyerahan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) oleh Presiden di Desa Kedokan Gabus, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (18/03/2015).
Presiden menekankan keinginannya untuk tidak impor. Hanya saja, jika produktivitas petani tak meningkat tetap akan impor. "Tapi, saya yakin tidak akan impor. Sebab, produksi padi naik tidak sedikit. Sekarang kita masih dalam proses penghitungan," jelas dia.
Lebih jauh dia menjelaskan, seiring panen raya, harga beras di Cipinang dan pasar-pasar induk sudah stabil. "Petani sendiri sebenarnya jangan tergantung pada harga beras, tapi tergantung pada produksi padi," ujar dia.
Oleh karena itu, ia mengharapkan, saat semula per hektar sawah memproduksi 5 ton, diusahakan naik jadi 7-8 ton seiring bantuan traktor, irigasi, dan pupuk dari pemerintah. "Jangan laporannya naik faktanya tidak. Kita ingin memperbaiki. Kita sedang menghitung," tandas dia.
Ia juga menyebutkan, 52 persen irigasi nasional yang rusak sudah duperbaiki sebanyak 30 persen. "Terima kasih kerja keras para petani di Indramayu, Jawa Barat dan petani seluruh Indonesian," ungkap dia.
Pada saat yang sama, ia mengumumkan harga pembelian oleh pemerintah (HPP) sebesar Rp3.700 per kg yang merupakan harga gabah kering panen. "Pembelian oleh Bulog Rp3.300 sekarang. Artinya naik 10,4%. Kalau naiknya tinggi, harga beras akan tinggi sekali," ucap dia.
Menurut dia, masyarakat yang mengonsumsi beras akan menuding dirinya. "Jadi, harga padi harus pada posisi seimbang, sama dan baik. Itu kalkulasi dan hitungan-hitungannya seperti itu," kata dia.
"Soal subsidi harga akhir untuk petani, kami butuh waktu. Dengan traktor dan perbaikan irigasi, produksi akan naik," tutur dia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melaporkan, pihaknya akan membagikan 5.132 unit alat mesin pertanian untuk seluruh Jawa Barat. Total traktor yang sudah dibagikan secara nasional sebanyak 30 ribu unit dari target 60 ribu unit recana awal. "Ini bantuan terbesar sepanjang sejarah," imbuh dia.
Sementara itu, 207 ribu hektar adalah irigasi untuk Jawa Barat yang ditarget 2 juta ton produksi padi untuk 2015. [aji]
source : http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2187911/jokowi-yakin-produksi-padi-naik-signifikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar