Jakarta- Dosa yang dilakukan oleh seseorang dapat berpengaruh terhadap rezeki yang Allah berikan kepadanya. Allah menahan rezeki orang-orang yang berbuat maksiat. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:
وَلَوْأَنَّأَهْلَالْقُرَىآمَنُواوَاتَّقَوْالَفَتَحْنَاعَلَيْهِمْبَرَكَاتٍمِنَالسَّمَاءِ
“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS Al-A’raf : 96)
وَلَوْأَنَّأَهْلَالْكِتَابِآمَنُواوَاتَّقَوْالَكَفَّرْنَاعَنْهُمْسَيِّئَاتِهِمْوَلَأَدْخَلْنَاهُمْجَنَّاتِالنَّعِيمِ(65) وَلَوْأَنَّهُمْأَقَامُواالتَّوْرَاةَوَالْإِنْجِيلَوَمَاأُنْزِلَإِلَيْهِمْمِنْرَبِّهِمْلَأَكَلُوامِنْفَوْقِهِمْوَمِنْتَحْتِأَرْجُلِهِمْ(66)
“Dan sekiranya ahli kitab beriman dan bertakwa, tentulah kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS Al-Ma-idah: 65-66)
وَمَنْيَتَّقِاللَّهَيَجْعَلْلَهُمَخْرَجًا(2) وَيَرْزُقْهُمِنْحَيْثُلَايَحْتَسِبُ(3)
“(2) Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (3) dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq: 2-3)
Ayat-ayat di atas menunjukkan kaitan yang besar antara rezeki seseorang dengan ketakwaannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang berbuat maksiat kepada Allah bukanlah orang yang bertakwa kepada-Nya.[ ]
Menjaga Shalat Melancarkan Rezeki Seseorang
Jakarta- Orang yang meninggalkan shalat telah melakukan dosa yang sangat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: إِنَّبَيْنَالرَّجُلِوَبَيْنَالشِّرْكِوَالْكُفْرِتَرْكَالصَّلاَةِ
“Sesungguhnya pembeda antara seseorang dengan kesyirikan atau kekafiran adalah meninggalkan shalat.”8
Orang yang meninggalkan shalat bukanlah orang yang bertakwa kepada Allah. Allah subhaanahu wa ta’aala menyebutkan kaitan yang erat antara shalat dan rezeki seseorang di dalam ayat berikut, Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:
وَلَاتَمُدَّنَّعَيْنَيْكَإِلَىمَامَتَّعْنَابِهِأَزْوَاجًامِنْهُمْزَهْرَةَالْحَيَاةِالدُّنْيَالِنَفْتِنَهُمْفِيهِوَرِزْقُرَبِّكَخَيْرٌوَأَبْقَى(131) وَأْمُرْأَهْلَكَبِالصَّلَاةِوَاصْطَبِرْعَلَيْهَالَانَسْأَلُكَرِزْقًانَحْنُنَرْزُقُكَوَالْعَاقِبَةُلِلتَّقْوَى(132)
“(131) Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (132) Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS Thaha: 131-132).
Ayat tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa orang yang mengerjakan shalat kemudian memiliki kesabaran yang kuat ketika mengerjakannya, maka dia akan diberikan rezeki oleh Allah tanpa bersusah payah mencarinya. Dan ini adalah ganjaran bagi orang yang bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Di dalam kisah Nabi Syu’aib ‘alaihissalaam, Allah subhaanahu wa ta’aala menyebutkan perkataan Nabi Syu’aib setelah kaumnya memahami bahwa shalatlah yang menahan diri beliau untuk melakukan perbuatan mungkar:
قَالَيَاقَوْمِأَرَأَيْتُمْإِنْكُنْتُعَلَىبَيِّنَةٍمِنْرَبِّيوَرَزَقَنِيمِنْهُرِزْقًاحَسَنًا
“Syu’aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika Aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya Aku dari pada-Nya rezki yang baik (patutkah Aku menyalahi perintah-Nya)?” (QS Huud: 88).
Nabi Syu’aib ‘alaihissalam menjelaskan kepada mereka bahwa dengan shalat dan penjelasan yang nyata dari Rabb-nya, maka Allah memberikan kepadanya rezeki yang baik dan halal. Berbeda dengan apa yang mereka lakukan. Mereka sibuk mencari harta-harta haram.
Akan tetapi, sebagian orang tidak mempercayai adanya kaitan yang erat antara shalat dengan rezeki seseorang. Ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh kaum Nabi Syu’aib ‘alaihissalaam:
قَالُوايَاشُعَيْبُمَانَفْقَهُكَثِيرًامِمَّاتَقُولُ
“Wahai Syu’aib! Kami tidak paham banyak hal dari apa yang kamu katakan.” (QS Huud: 91).
Hal ini dikarenakan terikatnya hati-hati mereka dengan dunia lebih besar daripada keterikatan mereka dengan shalat.
Bertaubat dari meninggalkan shalat
Orang-orang yang belum bisa mengerjakan shalat lima waktu sudah sepantasnya bertaubat kepada Allah dengan segera. Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala Maha Mengampuni hamba-hambanya yang bertaubat kepada-Nya.
Di antara hal-hal yang dapat meleburkan dosa adalah mengerjakan shalat lima waktu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu bahwasnya dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَرَأَيْتُمْلَوْأَنَّنَهَرًابِبَابِأَحَدِكُمْيَغْتَسِلُفِيهِكُلَّيَوْمٍخَمْسًامَاتَقُولُذَلِكَيُبْقِيمِنْدَرَنِهِ؟قَالُوا: لاَيُبْقِيمِنْدَرَنِهِشَيْئًاقَالَفَذَلِكَمِثْلُالصَّلَوَاتِالْخَمْسِيَمْحُواللَّهُبِهَاالْخَطَايَا.
“Bagaimana menurut kalian jika di depan pintu seorang di antara kalian terdapat sungai yang setiap hari dia mandi di dalamnya. Apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?” Para sahabat menjawab, “Tidak tersisa kotoran sedikit pun di tubuhnya.” Beliau berkata, “Seperti itulah shalat lima waktu, Allah bisa menghapuskan dosa-dosa dengannya.”
Allah subhaanahu wa ta’aala menjanjikan rezeki yang berlimpah untuk orang-orang yang mau bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:
فَقُلْتُاسْتَغْفِرُوارَبَّكُمْإِنَّهُكَانَغَفَّارًا(10) يُرْسِلِالسَّمَاءَعَلَيْكُمْمِدْرَارًا(11) وَيُمْدِدْكُمْبِأَمْوَالٍوَبَنِينَوَيَجْعَلْلَكُمْجَنَّاتٍوَيَجْعَلْلَكُمْأَنْهَارًا(12)
“(10) Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu! Sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun, (11). Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, (12) Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuuh: 10-12). [ ]
source : http://mozaik.inilah.com/read/detail/2189883/pengaruh-dosa-pada-rezeki-seorang-hamba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar