INILAHCOM. Naples -- Puluhan ribu orang, Sabtu (21/3), menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Naples, negeri mafia di Italia.
Ia mengunjungi Scampia, wilayah kejahatan dan miskin, dengan mobil kepausan. Ia turun dari mobil, dan berbaur dengan orang miskin dan orang muda. Dua di antaranya berfoto selfie.
Paul dikelilingi aparat keamanan kepausan dan polisi setempat. Keterangan resmi Naples menyebutkan sekitar 3.000 polisi dikerahkan di sekujur kota, dan di sekeliling Paus. Puluhan penembak jitu mengawasi setiap sudut kota dan kerumunan.
"Korupsi itu busuk, masyarakat korup adalah masyarakat busuk," ujar Paus kepada warga. "Kita memiliki potensi menjadi korup dan menyelinap ke dalam kejahatan."
Lebih 800 ribu orang diperkirakan ke luar rumah untuk melihat paus asal Argentina itu dari dekat. Tahun lalu Paus Fransiskus menyatakan perang terhadap kejahatan terorganisir, dengan mengancam mengucilkan semua yang terlibat dalam kegiatan mafia.
Adalah beralasan jika pengamanan Paus Fransiskus selama kunjungan ke Naples sedemikian ketat. Paus tidak hanya mendapat ancaman dari ISIS, tapi juga para gangster.
Perjalanan Paus Fransiskus ke Naples membuka peluang bagi siapa pun, ISIS atau mafia, untuk membunuhnya.
Sebelum tiba di Scampia, Paus sempat mempir di Pompeii -- kota Romawi kuno yang terkubur letusan gunung Vesuvius. Ia mengadakan misa di Piazza del Plebiscito di pusat bersejarah Naples, yang hanya sepelemparan batu dari Teluk Napoli.
Ia mengunjungi Poggio Reale, penjara kota yang berkapasitas 1.400 orang tapi disesaki 2.500 tahanan. Katolik TV2000 memberitakan Paus direncanakan makan siang dengan 90 narapidana, selusin transeksual, homoseksual, dan pendeirta AIDS.
Paus diharapkan berbicara tentang penyakit berat di wilayah itu; korupsi endemik, kecanduan narkoba, pengangguran yang tinggi, pencemaran lingkungan, dan pembakaran ilegal sampah beracun.
Paus menahan kata-kata kerasnya untuk Camorra, mafia Naples paling sadis yang kisahnya direkam wartawan Roberto Saviano dalam novel Gomorra dan difilmkan tahun 2008 dengan judul sama.
Tahun lalu, Paus mengusir semua anggota mafia yang bertobat di gereja dan mengutuk mereka sebagai penghuni neraka. Tindakan ini memicu kekhawatiran akan adanya aksi balas dendam dari dunia kejahatan.
Mafia adalah penjahat yang kerap minta dihormati. Penghinaan terhadap gembong mafia adalah kematian, tidak terkecuali pemimpin agama.
Selama kunjungan ke wilayah yang dikuasai Ndrangheta, kelompok mafia terkuat di Calabria -- wilayah selatan Italia -- Paus menyebut mafia sebagai adorasi kejahatan dan penghinaan untuk kebaikan bersama.
"Kejahatan harus dilawan, diusir dari masyarakat," Paus menyeru, seakan hendak memenggal hubungan bersejarah antara kejahatan terorganisir dan gereja.
Sepanjang sejarah, banyak pastor, uskup, dan kardinal, yang berusaha melawan tiga kelompok mafia terbesar Italia; Cosa Nostra di Sisilia, Ndrangheta di Calabria, dan Camorra di Naples, meski harus membayar dengan nyawa.
Namun gereja juga memiliki sisi gelap. Para 'don', atau pemimpin mafia, secara historis menghadiri misa; mendapat pelayanan pemakaman mewah jika meninggal, dan dermawan utama bagi Gereja Katolik, dan membantu penduduk.
source : http://web.inilah.com/read/detail/2188918/paus-fransiskus-berkunjung-ke-negeri-mafia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar