INILAHCOM. London -- Sembilan mahasiswa kedokteran Inggris melakukan perjalanan ke Suriah untuk melayani rumah sakit lapangan yang dijalankan ISIS.
The Observer memberitakan tim mahasiswa itu terdiri dari empat perempuan, dan lima laki-laki.
Mereka terbang dari Khartoum, ibu kota Sudan, ke Istanbul pada 12 Maret dan menuju perbatasan Suriah-Turki dengan bus sehari kemudian.
Mahasiswa ini diidentifikasi bernama Maumoon Abdulqadir, Nada Sami Kader, Rowan Kamal Zine El Abidine, Tasneem Suleyman Huseyin, Ismail Hamadoun, Tamer Ahmed Ebu sebah, Mohamed Osama Badri Mohammed, Hisham Mohammed Fadlallah, dan Sami Ahmed Kadir.
"Kami berasumsi mereka berada di Tel Abyad, kota perbatasan di bawah kendali ISIS, saat ini," ujar Mehmet Ali Ediboglu, politisi oposisi Turki. "Mereka adalah tenaga yang diperlukan ISIS untuk membantu korban luka."
Pernyataan ini dikemukakan Ediboglu setelah bertemu keluarga mahasiswa di perbatasan Turki-Suriah.
Keluarga sembilan mahasiswa itu membuat upaya putus asa untuk membujuk anak-anak mereka kembali ke rumah. "Mereka ditipu dan dicuci otak," ujar Ediboglu, seraya menambahkan bahwa tiga mahasiswa berada di akhir usia belasan.
Beberapa telah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Khartoum, lainnya masih berstatus mahasiswa tahun terakhir.
"Anak-anak ini lahir dan dibesarkan di Inggris, tapi orang tua mengirim mereka ke Sudan untuk belajar kedokteran," lanjut Ediboglu. "Mereka mengirim pesan ke keluarga setiap hari, dan mengatakan jangan khawatir."
Turki gagal mengendalikan perbatasan dengan Suriah sepanjang 901 kilometer, yang membuat ISIS terus mendapat sumber daya manusia. Namun Ankara kerap mengeluh pasukan polisi Eropa terlambat datang untuk membantu mengawasi perbatasan.
source : http://web.inilah.com/read/detail/2188989/sembilan-mahasiswa-kedokteran-inggris-gabung-isis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar